KUHP dan KUHAP masih mempertahankan pasal-pasal antidemokrasi.
KEMUNGKINAN layar ponsel Anda diintip oleh orang asing di tempat umum sangat bisa terjadi. Misalnya saat Anda sedang menaiki transportasi umum sambil menggunakan ponsel, tanpa disadari ada orang di sekitar yang memperhatikan Anda. Padahal, aktivitas tersebut bersifat pribadi dan seharusnya hanya diketahui oleh Anda.
Menjawab permasalahan tersebut, dikabarkan tengah mengembangkan sebuah dan akan hadir pada ponsel flagship mereka Galaxy S26 Ultra yang dijadwalkan hadir pada Februari 2026. Menurut bocoran, fitur itu akan berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI), fitur itu kemungkinan akan tersedia pada sistem super interface terbaru Samsung yakni One UI 8.5.
Dikutip dari Gizmochina, Saat memeriksa firmware awal One UI 8.5 , para pembocor menemukan referensi ke fitur yang disebut Privacy Display. Menurut sumber tersebut, fitur ini tampaknya membatasi seberapa jelas layar dapat dilihat dari samping, sambil tetap membuatnya terbaca saat dilihat dari depan.
Fitur layar privasi kemungkinan bisa dipersonalisasikan oleh pengguna. Informasi yang ditemukan dalam perangkat lunak sejauh ini menunjukkan bahwa fitur ini dapat diaktifkan secara manual melalui Pengaturan atau ditambahkan sebagai tombol di Panel Cepat. Ada juga indikasi bahwa fitur ini dapat diotomatiskan, dengan asumsi melalui sistem Mode dan Rutinitas Samsung, sehingga dapat diaktifkan ketika kondisi tertentu terpenuhi, seperti meninggalkan rumah atau terhubung ke data seluler.
Teknologi ini sejatinya bukan hal baru bagi perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu. Tahun lalu, Samsung memamerkan teknologi Flex Magic Pixel OLED, yang dapat menyesuaikan sudut pandang dengan mengontrol cara piksel memancarkan cahaya. Nampaknya, Galaxy S26 Ultra bisa menjadi yang pertama menggunakan teknologi ini, meskipun hal itu belum dikonfirmasi. Menarik untuk melihat bagaimana pendekatan berbasis panel Samsung ini saat seri Galaxy S26 diluncurkan pada Februari 2026, mari nantikan kejelasannya dalam waktu mendatang. (M-2)
inovasi berbasis AI, automasi, dan teknologi hemat energi terus berkembang untuk mendukung industri manufaktur Indonesia menuju ekosistem yang lebih efisien, ramah lingkungan,
Ilmuwan mengembangkan arsitektur komputasi optik bernama POMMM yang mampu memproses tensor secara paralel lewat satu tembakan laser.
Dunia finansial berada dalam risiko konstan terhadap penipuan. Irzan mengungkap bahwa AI kini mampu mendeteksi pola-pola fraud lebih cepat dan akurat dibanding sistem tradisional.
Collins Dictionary menetapkan “vibe coding” sebagai Word of the Year 2025. Istilah ini menggambarkan cara membuat aplikasi atau situs dengan mendeskripsikannya ke AI.
Untuk pertama kalinya, Taiwan berpartisipasi dalam Indonesia Technology & Innovation Expo (INTI) 2025 melalui Taiwan Pavilion
Copyright @ 2026 Media Group – mediaindonesia. All Rights Reserved